Karya-karya Buya HAMKA terutama di bidang sastra memang telah melambungkan nama bangsa dan mengharumkan nusantara hingga ke mancanegara. Simaklah petikan puisi yang ditulisnya secara khusus untuk M. Natsir. Puisi ini ditulis Buya HAMKA pada tanggal 13 November 1957 setelah mendengar uraian pidato Natsir di depan Sidang Konstituante.
Kepada Saudaraku M. Natsir
Meskipun bersilang keris di leher
Berkilat pedang di hadapan matamu
Namun yang benar kau sebut juga benar
Cita Muhammad biarlah lahir
Bongkar apinya sampai bertemu
Hidangkan di atas persada nusa
Jibril berdiri sebelah kananmu
Mikail berdiri sebelah kiri
Lindungan Ilahi memberimu tenaga
Suka dan duka kita hadapi
Suaramu wahai Natsir, suara kaum - mu
Kemana lagi, Natsir kemana kita lagi
Ini berjuta kawan sepaham
Hidup dan mati bersama -sama
Untuk menuntut Ridha Ilahi
Dan aku pun masukkan
Dalam daftarmu …….!
Jalan Istiqomah yang dilalui dalam setiap jejak pergerakan dan perjuangan Buya HAMKA untuk memajukan kaumnya merupakan rintisan yang seharusnya bisa diteruskan dari generasi ke genarasi. Benarkah ?!?!













