<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>[harry wardana]</title>
	<atom:link href="http://harrywardana.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://harrywardana.net</link>
	<description>all that meat and no potatoes!</description>
	<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 05:56:07 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Java Jazz : The Real Best of The best!</title>
		<link>http://harrywardana.net/2009/12/java-jazz-the-real-best-of-the-best/</link>
		<comments>http://harrywardana.net/2009/12/java-jazz-the-real-best-of-the-best/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Dec 2009 07:41:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harrywardana</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Jazz]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harrywardana.net/?p=286</guid>
		<description><![CDATA[Tidak perlu saya jelaskan panjang lebar, mereka lah aset-aset negara!
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak perlu saya jelaskan panjang lebar, mereka lah <strong>aset-aset negara</strong>!</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 614px"><img title="Java Jazz" src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs023.snc3/11042_1311772435626_1270091350_924186_6469301_n.jpg" alt="Lesmana, Budjana, Ramadhan, Suhendra, Mates" width="604" height="434" /><p class="wp-caption-text">Lesmana, Budjana, Ramadhan, Suhendra, Mates</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harrywardana.net/2009/12/java-jazz-the-real-best-of-the-best/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Adat nan Sabana Adat</title>
		<link>http://harrywardana.net/2009/07/adat-nan-sabana-adat/</link>
		<comments>http://harrywardana.net/2009/07/adat-nan-sabana-adat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 03:00:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harrywardana</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Budaya Minang]]></category>

		<category><![CDATA[adat minang]]></category>

		<category><![CDATA[falsafah]]></category>

		<category><![CDATA[matrilinial]]></category>

		<category><![CDATA[sabana adat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harrywardana.net/?p=281</guid>
		<description><![CDATA[Yang dimaksud dengan &#8220;adat sabana adat&#8221; adalah &#8220;Aturan Pokok dan Falsafah&#8221; yang mendasari kehidupan suku Minang yang berlaku turun temurun tanpa pengaruh oleh tempat, waktu, dan keadaan, sebagaimana dikiaskan dalam kata-kata adat :
Nan indak lakang dek paneh
Nan indak lapuak dek hujan
Paling-paling balumuik dek cindawan
&#8220;Adat nan Sabana Adat&#8221; ini merupakan Undang-undang Dasarnya Adat Minang (UUD-ADAT) yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yang dimaksud dengan &#8220;adat sabana adat&#8221; adalah &#8220;Aturan Pokok dan Falsafah&#8221; yang mendasari kehidupan suku Minang yang berlaku turun temurun tanpa pengaruh oleh tempat, waktu, dan keadaan, sebagaimana dikiaskan dalam kata-kata adat :</p>
<blockquote><p>Nan indak lakang dek paneh<br />
Nan indak lapuak dek hujan<br />
Paling-paling balumuik dek cindawan</p></blockquote>
<p>&#8220;Adat nan Sabana Adat&#8221; ini merupakan Undang-undang Dasarnya Adat Minang (UUD-ADAT) yang tak boleh diubah. &#8220;Adat nan Sabana Adat&#8221; ini pada dasarnya  berlaku umum di seantero &#8220;Ranah Minang&#8221; baik Luhak nan Tigo maupun di rantau.</p>
<p><img class="aligncenter" title="Minangkabau" src="http://buchyar.pelaminanminang.com/image/blog/hantaran_pernikahan_adat_minang.jpg" /><br />
Yang termasuk dalam ADAT NAN SABANA ADAT ini adalah :<br />
1. Silsilah keturunan menurut jalur garis ibu yang lazim disebut garis keturunan Matrilinial.<br />
2. Perkawinan dengan pihak luar pesukuan yang lazim dikenal dengan tata perkawinan Eksogami, dan suami yang bertempat tinggal dalam lingkungan kerabat isteri yang disebut Matrilocal<br />
3. Harta pusaka tinggi yang turun temurun menurut garis ibu dan menjadi miliki bersama &#8220;sejurai&#8221; yang tidak boleh diperjual belikan, kecuali punah.<br />
4. Falsafah &#8220;alam takambang jadi guru&#8221; dijadikan landasan utama pendidikan alamiah dan rasional dan menolak pendidikan mistik dan irrasional (takhyul).<br />
Keempat hal tersebut diatas  menurut kami termasuk dalam klasifikasi &#8220;adat nan sabana adat&#8221; yang daya lenturnya sangat kuat dan sulit digoyahkan. Tapi kalau sampai goyah, seluruh adat Minang pun akan rusak karena ke 4 hal tersebut di atas <strong>&#8220;<em>Tonggak Tuo</em>-nya adat Minang&#8221;</strong>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harrywardana.net/2009/07/adat-nan-sabana-adat/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dies Natalis 34 UKM ITB, Sabuga 25 April 2009</title>
		<link>http://harrywardana.net/2009/05/dies-natalis-34-ukm-itb-sabuga-25-april-2009/</link>
		<comments>http://harrywardana.net/2009/05/dies-natalis-34-ukm-itb-sabuga-25-april-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 May 2009 07:43:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harrywardana</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Budaya Minang]]></category>

		<category><![CDATA[Pilihan]]></category>

		<category><![CDATA[dies itb]]></category>

		<category><![CDATA[ukm itb]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harrywardana.net/?p=267</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu, 25 April 2009, Unit Kesenian Minangkabau Institut Teknologi Bandung menyelenggarakan malam pagelaran yang merupakan salah satu dari rangkaian acara Dies Natalis-nya yang ke-34. Acara malam itu benar-benar meriah dan cukup memuaskan. Saya (bersama kawan-kawan yg lain) telah merencanakan untuk pergi nonton acara tsb dari jauh-jauh hari. Bayangkan saja, saya telah memiliki tiket pagelaran sejak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sabtu, 25 April 2009, Unit Kesenian Minangkabau Institut Teknologi Bandung menyelenggarakan malam pagelaran yang merupakan salah satu dari rangkaian acara Dies Natalis-nya yang ke-34. Acara malam itu benar-benar meriah dan cukup memuaskan. Saya (bersama kawan-kawan yg lain) telah merencanakan untuk pergi nonton acara tsb dari jauh-jauh hari. Bayangkan saja, saya telah memiliki tiket pagelaran sejak hari Selasa, nomor tiketnya saja angka kecil, yaitu &#8220;0006&#8243;. Hehehe.</p>
<p>Saya bersama kawan-kawan yang berjumlah sekitar 25 orang, berangkat pukul setengah 6 sore (saking niatnya) karena takut terjebak macet kalau berangkat setelah Maghrib. Berhubung mobilnya kurang, sehari sebelumnya kami memilih untuk <strong>menyewa satu mobil</strong> lagi, biar semuanya kebagian naik mobil. Hahaha, niat.</p>
<p>Acara kali ini bertajuk <em>&#8220;Basuluah Sumangaik Maukia Maso&#8221;</em> dan untuk judul drama tahun ini adalah <em>&#8220;Sasa Baganti Harok&#8221;. </em>Acara dimulai sekitar pukul 19.30 dan berakhir pukul 23.15. Saya bersama kawan-kawan menonton dari awal hingga akhir pertunjukan. Alhamdulillah kami mendapatkan posisi yang lumayan strategis untuk menikmati pagelaran malam itu.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-268" title="diesitb" src="http://harrywardana.net/wp-content/uploads/2009/05/diesitb.jpg" alt="diesitb" width="500" height="333" /></p>
<p>Hmmm. Bagaimana memulai reviewnya ya? Mungkin saya bagi ke dalam beberapa bagian saja ya. <em>(biar gampang nulisnya, =p)</em></p>
<p><strong>Tari Galombang</strong> : konsepnya sangat menarik dan kreatif. Kostum keren. Musiknya unik tapi terlalu lembek.</p>
<p><strong>Tari Pasambahan : </strong>Musiknya BIASA banget, mungkin karena masih awal-awal jadi suara bass agak kurang mendentum, tapi setelah lagu pasambahan baru sound mulai oke. Formasi &#8220;ganti-gantian&#8221; (baca:  sebagian diem, yg lain nari, trus gantian. Atau dua orang nari, yang lain diam semua) membuat tari terkesan &#8220;salah&#8221;.</p>
<p>Saran : kita tidak bisa memungkiri bahwa alat musik modern juga berpengaruh besar untuk kelangsungan acara, semoga untuk ke depannya penataan sound dari awal telah di setting maksimal sehingga bisa meminimalisir hilangnya &#8220;momen-momen&#8221;.</p>
<p><strong>Tari Kipeh Marawa :</strong> sebelumnya saya baru pernah liat di video, alhamdulillah kemarin liat langsung dan hasilnya : RANCAK BANA. Keren deh. Nah, tari ini baru sangat cocok pakai formasi &#8220;ganti-gantian&#8221;.</p>
<p><strong>Tari Tapuak Tingkah :</strong> tari favorit saya untuk malam itu. Kereeeeeeennnn banget. <span style="text-decoration: line-through;">Two</span> Four Thumbs Up! Apalagi uni yang paling kanan, bagus sekali gerakannya. Dendang pemusiknya juga sangat asik dan menarik. Untung ada tari ini, berhasil menutupi ketiadaan <em>randai</em> pada pagelaran kali ini.</p>
<p><strong>Tari Indang </strong>: Salut buat pemusik! Aransemen yang sumpah tidak terpikirkan sama sekali oleh saya untuk memberi beberapa &#8220;klimaks&#8221; di bagian yang sebenarnya &#8220;biasa&#8221; saja. Hebat deh improvisasinya. Namun menurut saya temponya masih terlalu lambat, agak kasian penarinya, seperti memohon-mohon untuk lebih kencang lagi. Buat para penari (yang kali ini laki-laki sadonyo), gokil powernya! Walaupun ada sedikit masalah pada <em>deta </em>salah seorang penari, namun kemudian tertutupi oleh aksi lawak di akhir tari. Benar-benar ide yang birilian. Salut!</p>
<p><strong>Tari Ulu Ambek Manyibak Galanggang</strong> : Cukup menarik, saya tidak menduga bahwa para pemuda-pemuda itu bakal menari, hehehe.</p>
<p><strong>Tari Rantak : </strong>Kereeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeennnnnn!!!!!!!!! Hentakan kaki para penari membuat ketegasan tari ini makin kuat. Oke lah pokoknya.  <em>Duk duk duk tak, duk duk duk tak, duk duk duk tak tak duk duk tak.</em></p>
<p><strong>Tari Piriang Manggaro :</strong> &#8220;<em>Nan lah tarang yo nan lah tarang..</em>&#8221; Ini dia nih dendang yang paling saya tunggu, musiknya ngeri banget. Penarinya oke banget, salut! Apalagi penari pria yang piringnya pecah gara-gara tabrakan sama <em>crew</em>, salut buat Anda! Benar-benar bisa menjaga konsentrasi gerakan, luar biasa. Walaupun dinodai dengan acara &#8220;tabrakan dengan <em>crew</em>&#8221; tsb (saya langsung menahan nafas ketika melihat musibah tersebut, sungguh mengesalkan), tapi Tari Piro tetap memberikan sensasi yang berbeda. Gerakan-gerakannya sungguh ekstrim dan bertenaga.</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-269" title="piro" src="http://harrywardana.net/wp-content/uploads/2009/05/piro-300x179.jpg" alt="piro" width="300" height="179" /><img class="aligncenter size-medium wp-image-270" title="piro2" src="http://harrywardana.net/wp-content/uploads/2009/05/piro2-300x225.jpg" alt="piro2" width="300" height="225" /></p>
<p><strong>Drama :</strong> Lawak bagian pertama terlalu panjang. Actingnya luar biasa, benar-benar mendalami. (kayaknya dari tahun ke tahun aktornya jago-jago semua memang.. hehe.. ) Namun masih banyak dialog-dilaog yang membuat &#8220;dejavu&#8221;. Tapi tetap saja totalitas aktor-aktor UKM membuat saya terpesona. Baik itu adegan serius ataupun adegan lawak. Scene favorit : &#8220;bakaco lah da! BAKACO!&#8221;. Satu hal lagi : Tidak ada pesan moral Minangkabau dalam dialog drama. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Contoh dialog yang berkesan tahun lalu : <em>&#8220;Ndak ado gadih Minang nan mode itu!&#8221;</em>. Dialog ini sederhana, namun benar-benar menunjukkan level moralitas <em>urang awak.</em></p>
<p><strong>Musik Pengiring Drama : </strong>RANCAK BANA KO HA.. Dari perkenalan aktor sampai kato panutup benar-benar pas musik pengiringnya, keren!</p>
<p><strong>Musik Kreasi : </strong>Maaf, saya tidak mendapatkan <em>feel</em> dari lagu ini. Saya rasa kurang tepat kalau hanya memasukkan satu lagu saja, apalagi lagunya Canon yang motonon itu. Mungkin sebaiknya UKM kembali mencoba memberikan musik kreasi seperti pada Dies ke-32 yaitu dengan menggabungkan beberapa lagu populer, termasuk lagu Minangkabau di dalamnya.</p>
<p>Akhirnya selesai juga review kali ini. Semoga tulisan ini dapat diambil sisi positifnya buat kita semua. <em>Ko&#8217; ado kato nan salah, rila jo maaf ambo dibari..</em> Sukses selalu buat UKM ITB!<em> </em>Semoga dies tahun depan lebih mantap lagi. Insya Allah saya datang lagi pastinya.. Hehehe..</p>
<p>Salut buat dunsanak disana.<em> Overall, </em>acara kemarin : <strong>RANCAK BANA</strong><em>.<br />
</em></p>
<p><em>- gambar dipinjam dari blog saudara <a href="http://incekrajo.wordpress.com/">IncekRajo</a> dan account FB <a href="http://isfaishere.wordpress.com/">Isfa</a></em>, <em>regards!<br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harrywardana.net/2009/05/dies-natalis-34-ukm-itb-sabuga-25-april-2009/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tari Piriang Manggaro</title>
		<link>http://harrywardana.net/2009/04/tari-piriang-manggaro/</link>
		<comments>http://harrywardana.net/2009/04/tari-piriang-manggaro/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Apr 2009 02:56:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harrywardana</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Budaya Minang]]></category>

		<category><![CDATA[minang]]></category>

		<category><![CDATA[tari minang]]></category>

		<category><![CDATA[tari piriang manggaro]]></category>

		<category><![CDATA[tari piring]]></category>

		<category><![CDATA[tari piro]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harrywardana.net/?p=264</guid>
		<description><![CDATA[Tari Piriang Manggaro. Apa itu?? Bagi yang bukan orang Minang pasti kebingungan apa maksudnya, yang orang Minang pun belum tentu tahu (termasuk saya, hehe). Yang jelas tari ini merupakan salah satu varian dari Tari Piring secara umum. Tari Piring sendiri sebenarnya memiliki banyak jenis dan versi. Mungkin yang menjadi pembeda utama adalah musiknya. Tari Piring [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tari Piriang Manggaro</strong>. Apa itu?? Bagi yang bukan orang Minang pasti kebingungan apa maksudnya, yang orang Minang pun belum tentu tahu (termasuk saya, hehe). Yang jelas tari ini merupakan salah satu varian dari Tari Piring secara umum. Tari Piring sendiri sebenarnya memiliki banyak jenis dan versi. Mungkin yang menjadi pembeda utama adalah musiknya. Tari Piring yang dikatakan biasa mungkin adalah Tari Piring yang memiliki <em>verse</em> dengan melodi lagu <em>Mudiak Arau</em>. <em>&#8220;Anak urang.. Sabuak andaleh yo mama oi. Singgah ka rumah.. Si Sutan Mudo.. Si Sutan Mudo..&#8221;</em>. Kemudian lagu tersebut dipadu dengan melodi-melodi yang makin lama makin kencang. Nada-nada yang digunakan juga termasuk kategori nada &#8220;ceria&#8221;, jadi sangat nyaman untuk dinikmati oleh mata dan telinga. Yah kira-kira begitu lah yang saya tahu soal Tari Piring biasa.  CMIIAW.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-265" src="http://harrywardana.net/wp-content/uploads/2009/04/wqwq.png" alt="" width="303" height="304" /></p>
<p>Bagaimana dengan Tari Piriang Manggaro? Tari Piriang Manggaro ini sangat berbeda dengan Tari Piring biasa. Saya agak kurang paham kalau dari sisi gerakan (karena saya bukan penari), yang jelas gerakan penari wanitanya tidak serumit Tari Piring biasa. Namun, sebaliknya gerakan penari prianya jauh lebih ekstrim dari yang biasa. Pertama kali berkenalan dengan tari ini yaitu waktu menonton acara Dies Natalis UKM ITB yang ke-32 di Sabuga. Acara yang bertajuk <em>&#8220;Aso Palarai Ratok&#8221;</em> tersebut menampilkan Tari Piriang Manggaro sebagai aksi pamungkasnya. Kesan pertama saya saat dendang mulai dimainkan adalah : Merinding. Ketukannya unik. Nadanya memang monoton, tapi suasana sakralnya benar-benar terasa. Tari tersebut benar-benar memberikan suasana yang berbeda dari Tari Piring biasa yang sudah sering saya saksikan secara langsung.<br />
Sebenarnya banyak sekali jenis-jenis Tari Piring lainnya yang ingin saya lihat secara langsung. Kalau hanya lihat dari video-video saja sih kurang terasa feel-nya, hehehe.</p>
<p><em>By the way,</em> dengar-dengar kabar, UKM ITB akan kembali menampilkan Tari Piriang Manggaro pada gelaran Dies Natalisnya yang ke-34. Acara tersebut konon akan diselenggarakan pada tanggal 25 April 2009 di Sasana Budaya Ganesha, Bandung. <em>Wow, I&#8217;ll be there</em>!</p>
<p>NB :</p>
<p>Bagi yang mau download musiknya Tari Piriang Manggaro(biar kerasa sakralnya), link downloadnya dapat dilihat di <a href="http://ukm.unit.itb.ac.id/">homepage UKM ITB</a>. Biar gampang ini dia direct link-nya : <a href="http://forum-ukm.unit.itb.ac.id/galerimusik/UKM%20Unplugged-%20Musik%20Tari%20Piriang%20Manggaro.mp3">download</a>.</p>
<p>credits : <a href="http://isfaishere.wordpress.com/">Isfa</a>, <a href="http://reisha.wordpress.com">Uni Reisha</a>, <a href="http://ukm.unit.itb.ac.id/">UKM ITB</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harrywardana.net/2009/04/tari-piriang-manggaro/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Apa itu SOAP?</title>
		<link>http://harrywardana.net/2009/03/apa-itu-soap/</link>
		<comments>http://harrywardana.net/2009/03/apa-itu-soap/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Mar 2009 15:15:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harrywardana</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[ICT]]></category>

		<category><![CDATA[HTTP]]></category>

		<category><![CDATA[SOAP]]></category>

		<category><![CDATA[XML]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harrywardana.net/?p=250</guid>
		<description><![CDATA[SOAP adalah sebuah protokol berbasis XML yang mengizinkan aplikasi-aplikasi melakukan pertukaran informasi melalui HTTP. Secara sederhana, SOAP merupakan sebuah protokol untuk mengakses sebuah Web Service. Sebelum mempelajari SOAP, sebaiknya kita telah memiliki pemahaman dasar tentang XML dan XML namespaces.

Apa itu SOAP?

SOAP merupakan singkatan dari Simple Object Access Protocol.
SOAP adalah sebuah protokol komunikasi.
SOAP untuk berkomunikasi antar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SOAP adalah sebuah protokol berbasis XML yang mengizinkan aplikasi-aplikasi melakukan pertukaran informasi melalui HTTP. Secara sederhana, SOAP merupakan sebuah protokol untuk mengakses sebuah <em>Web Service</em>. Sebelum mempelajari SOAP, sebaiknya kita telah memiliki pemahaman dasar tentang XML dan XML <em>namespaces.<br />
</em><br />
<strong>Apa itu SOAP?</strong></p>
<ul>
<li>SOAP merupakan singkatan dari <em>Simple Object Access Protocol.</em></li>
<li>SOAP adalah sebuah protokol komunikasi.</li>
<li>SOAP untuk berkomunikasi antar aplikasi.</li>
<li>SOAP adalah sebuah format untuk mengirimkan pesan.</li>
<li>SOAP berkomunikasi melalui internet.</li>
<li>SOAP bersifat <em>platform independent.</em></li>
<li>SOAP bersifat <em>language independent.</em></li>
<li>SOAP adalah berbasis XML.</li>
<li>SOAP bersifat sederhana dan <em>extensible.</em></li>
<li>SOAP mengizinkan kita untuk melalui <em>firewall.</em></li>
<li>SOAP direkomendasikan oleh W3C.</li>
</ul>
<p><strong>Mengapa SOAP?</strong></p>
<p>Penting bagi perkembangan aplikasi untuk mengijinkan komunikasi internet antar program.</p>
<p>Aplikasi-aplikasi sekarang ini berkomunikasi menggunakan Remote Procedure Calls (RPC) antar objek seperti DCOM dan CORBA, tetapi HTTP tidak dirancang dengan tujuan tersebut. RPC merepresentasikan suatu masalah compatibility dan security. Firewall dan proxy servers akan memblokir traffic seperti ini.</p>
<p>Cara yang lebih baik untuk berkomunikasi antar aplikasi adalah melalui HTTP, karena HTTP didukung oleh seluruh Internet browsers dan servers. SOAP diciptakan untuk menerapkannya.</p>
<p>SOAP menyediakan sebuah cara untuk berkomunikasi antar aplikasi yang berjalan di sistem operasi yang berbeda, dengan teknologi yang berbeda, dan bahasa pemrograman yang berbeda juga.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harrywardana.net/2009/03/apa-itu-soap/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Perbandingan Web Frameworks</title>
		<link>http://harrywardana.net/2009/02/perbandingan-web-frameworks/</link>
		<comments>http://harrywardana.net/2009/02/perbandingan-web-frameworks/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Feb 2009 09:41:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harrywardana</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[ICT]]></category>

		<category><![CDATA[.net]]></category>

		<category><![CDATA[seam]]></category>

		<category><![CDATA[spring]]></category>

		<category><![CDATA[struts]]></category>

		<category><![CDATA[web framework]]></category>

		<category><![CDATA[wicket]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harrywardana.net/?p=241</guid>
		<description><![CDATA[Postingan kali ini diangkat dari tugas perkuliahan Web Engineering. Disini saya membandingkan framework-framework yang kerap digunakan dalam membangun suatu aplikasi web. Pemilihan framework tergantung oleh selera masing-masing, dosen saya  menganjurkan untuk mencoba semua framework tersebut. (Fyuh)
Scalability :

Wicket dan Seam : Cocok untuk intranet / extranet , user sedikit, UI yang lebih kompleks
Struts dan Spring 2 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Postingan kali ini diangkat dari tugas perkuliahan <strong>Web Engineering</strong>. Disini saya membandingkan f<em>ramework-framework</em> yang kerap digunakan dalam membangun suatu aplikasi web. Pemilihan <em>framework t</em>ergantung oleh selera masing-masing, dosen saya  menganjurkan untuk mencoba semua <em>framework</em> tersebut. (Fyuh)</p>
<p><strong>Scalability :</strong></p>
<ul>
<li><strong>Wicket dan Seam</strong> : Cocok untuk intranet / extranet ,<em> user</em> sedikit, UI yang lebih kompleks</li>
<li><strong>Struts dan Spring 2</strong> : Lebih cocok untuk untuk aplikasi yang lebih kompleks, lusinan halaman, yang perlu di-<em>maintain</em> secara rutin. <em>High-trafic, internet facing, infinite scalability</em> &gt;&gt;<em> Request-based framework</em></li>
</ul>
<p><strong>Security :</strong></p>
<ul>
<li><strong>Spring 2 dan Seam</strong> : Memiliki fitur-fitur keamanan khusus.</li>
<li><strong>.NET framework :</strong> <em>Code Access Security (CAS</em>), <em>and validation and verification</em></li>
<li><strong>Wicket :</strong> Default dari code di <em>framework</em> ini adalah <em>secure</em>, semua <em>logic</em> di java dengan keamanan maksimum, dapat dengan mudah berintegrasi dengan <em>security</em> pada Java</li>
</ul>
<p><strong>Maintainability :</strong></p>
<ul>
<li><strong>Spring : </strong>Membutuhkan konfigurasi yang sangat intensif – banyak  XML</li>
<li><strong>Struts :</strong> Membutuhkan konfigurasi XML &gt;&gt; dapat menjadi sangat besar dan kompleks.</li>
<li><strong>Wicket :</strong> Tidak butuh konfigurasi XML, Komponen yang ditulis di Wicket bersifat<em> fully reusable</em>, komponen-komponen yg<em> reusable</em> dapat didistribusikan dengan mudah menjadi JAR files, No special HTML and we can use WYSIWYG editor</li>
<li><strong>Seam </strong>: Waktu setup yg lebih singkat</li>
</ul>
<p><strong>Reliability :</strong></p>
<ul>
<li><strong>Struts : </strong>Dewasa (Mapan), <em>popular but almost dead</em>, MVC konsep yang matang</li>
<li><strong>.NET framework : </strong>Konsisten. Kemudahan-kemudahan pada saat proses pembuatan aplikasi berimplikasi terhadap konsistensi pada aplikasi yang kita buat. Misalnya, dengan adanya Base Class Library, maka kita bisa menggunakan objek atau Class yang dibuat untuk aplikasi berbasis windows pada aplikasi berbasis web.</li>
<li><strong>Wicket : </strong>Object oriented programming for the web</li>
<li><strong>Seam : </strong>Terlindung dari <em>potensial bugs</em> dan masalah performansi terkait dengan transisi ke AJAX. Otomatis dapat men-<em>generate</em> CRUD (CRUD dan Validasi hanya dalam satu klik), <em>the easiest way to get rich </em>(banyak teknologi yang telah terintegrasi)</li>
</ul>
<p><strong>Learning Curve :</strong></p>
<ul>
<li><strong>Spring : </strong>Sulit dipelajari, makin populer dan sedang berkembang pesat</li>
<li><strong>Struts :</strong> Dokumentasi paling lengkap di internet, pengguna banyak, referensi banyak, sulit dipelajari dibanding framework yang lain</li>
<li><strong>.NET framework :</strong> Mendukung lebih dari 20 bahasa pemrograman : VB.NET, C#, J#, C++, Pascal, Phyton (IronPhyton), PHP (PhLager), referensi banyak</li>
<li><strong>Wicket :</strong> Dokumentasi tidak sebaik Struts dan Java Server Faces, namun memiliki forum yang aktif</li>
<li><strong>Seam : </strong>Sangat Mudah, dapat menambahkan AJAX ke dalam aplikasi tanpa kewajiban untuk mempelajari JavaScript</li>
</ul>
<p><strong>Total cost of Ownership :</strong></p>
<ul>
<li><strong>Struts, Spring, Wicket, .NET, Seam : </strong>Free</li>
</ul>
<p><strong>MVC :</strong></p>
<ul>
<li><strong>Spring : </strong><em>Inversion of Control</em> yang secara sederhana dijelaskan sebagai pengatur lalu lintas data antara Model dan View</li>
<li><strong>Struts : </strong>Cukup merepotkan melakukan akses database dengan menggunakan generic JDBC biasa</li>
<li><strong>Wicket :</strong> Murni terpisah antara <em>logic </em>dan <em>presentation</em></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harrywardana.net/2009/02/perbandingan-web-frameworks/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Fenomena Perancangan Software</title>
		<link>http://harrywardana.net/2009/02/fenomena-perancangan-software/</link>
		<comments>http://harrywardana.net/2009/02/fenomena-perancangan-software/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2009 03:55:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harrywardana</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[ICT]]></category>

		<category><![CDATA[software engineering]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harrywardana.net/?p=230</guid>
		<description><![CDATA[Gambar tersebut (lihat di bawah) mendeskripsikan fenomena-fenomena yang kerap terjadi dalam dunia perancangan suatu perangkat lunak. Fenomena ini juga dapat terjadi dalam dunia Web Engineering.
Lima kotak pertama (bagian atas) menggambarkan bagaimana perbedaan pandangan antara customer, project leader, analyst, programmer, dan bussiness consultant. Hal ini kerap terjadi karena tidak terlaksananya komunikasi yang baik di antara setiap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gambar tersebut (lihat di bawah) mendeskripsikan fenomena-fenomena yang kerap terjadi dalam dunia perancangan suatu perangkat lunak. Fenomena ini juga dapat terjadi dalam dunia <em>Web Engineering.</em></p>
<p>Lima kotak pertama (bagian atas) menggambarkan bagaimana perbedaan pandangan antara <em>customer, project leader, analyst, programmer, </em>dan <em>bussiness consultant</em>. Hal ini kerap terjadi karena tidak terlaksananya komunikasi yang baik di antara setiap aktor tersebut.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-231" title="software_engineering" src="http://harrywardana.net/wp-content/uploads/2009/02/software_engineering.jpg" alt="software_engineering" width="448" height="336" /></p>
<p>Kesalahan <em>requirement </em>yang diberikan oleh <em>customer </em>tidak dapat diterjemahkan dengan baik oleh <em>project leader</em>, dan <em>bussiness consultant </em>menerjemahkannya terlalu berlebihan dari sisi bisnis. <em>Analyst</em> pun merancang efektifitas dan efisiensi dari pola pikir <em>project leader</em> yang dari awal sudah keliru, sehingga menghasilkan rancangan yang makin keliru. <em>Programmer</em> sudah pasti kebingungan.</p>
<p>Akhirnya, kenyataan di lapangan dapat kita lihat di lima kotak berikutnya (bagian bawah). Sejak awal proyek tidak terdokumentasi dengan baik, terutama pada bagian <em>Reguirements.</em> Kegagalan seorang <em>project leader</em> dalam menentukan <em>requiremen</em>t yang dapat disepakati umum, menimbulkan kebingungan dalam membuat dokumen-dokumen berikutnya, sehingga proyek nihil dokumentasi. <em>Programmer</em> juga kebingungan karena <em>requirement</em> rentan berubah-ubah, tahap konstruksi pun menjadi terbengkalai. Padahal <em>customer</em> telah dikenakan biaya yang besar untuk pengerjaan proyek ini. Biaya yang besar disebabkan oleh ketidakseragaman pandangan pada gambar bagian atas. <em>Bussiness consultant</em> terlalu melihat produk dari sisi bisnis dan <em>project leader</em> tidak mampu meluruskannya, sehingga <em>customer</em> terkena biaya yang sangat besar. Dalam kasus seperti ini, dukungan-dukungan dari faktor lain juga sangat minim.</p>
<p>Sesungguhnya produk yang dibutuhkan customer adalah sangat sederhana : <strong>fungsionalitas terpenuhi</strong>. Namun karena dari awal dokumentasi dan komunikasi tidak terlaksana dengan baik, proyek pun berjalan dengan berantakan dan kerap terhenti di tengah jalan.</p>
<p>Oleh karena itu, dalam pengembangan suatu <em>software</em> ataupun <em>web application</em>, penentuan <em>requirements spesification</em> adalah suatu pekerjaan yang sangat penting. Fakta membuktikan bahwa kebanyakan kegagalan pengembangan <em>software</em> ataupun <em>web application</em> disebabkan karena adaya ketidakkonsistenan, ketidaklengkapan, maupun ketidakbenaran dari <em>requirements specification</em>.</p>
<p>Hal tersebut diharapkan bisa diatasi dengan adanya interaksi terus menerus dan berulang (iterasi) antara pengembang dan <em>customer</em>. Proses interaksi tersebut kemudian dimodelkan menjadi beberapa teknik dan metodologi diantaranya adalah <em>interviewing, brainstorming, prototyping, use case,</em> dsb.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harrywardana.net/2009/02/fenomena-perancangan-software/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Web Application Requirement dan Software Requirement</title>
		<link>http://harrywardana.net/2009/02/web-application-requirement-dan-software-requirement/</link>
		<comments>http://harrywardana.net/2009/02/web-application-requirement-dan-software-requirement/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2009 03:44:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harrywardana</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[ICT]]></category>

		<category><![CDATA[software requirement]]></category>

		<category><![CDATA[web application requirement]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harrywardana.net/?p=228</guid>
		<description><![CDATA[Pada dasarnya sama, Software Requirement dan Web Application Requirement sama pentingnya untuk setiap kasusnya masing-masing. Keduanya memiliki alur yang relatif sama, kalaupun ada perbedaan mungkin terdapat pada ruang lingkup dan artifak-artifaknya.
Keduanya pun kerap menghadapai permasalahan yang sama yaitu fenomena yang sering disebut dengan “Yes, But Syndrome” (That is what I meant, but not exactly what [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada dasarnya sama, <em>Software Requirement</em> dan <em>Web Application Requirement</em> sama pentingnya untuk setiap kasusnya masing-masing. Keduanya memiliki alur yang relatif sama, kalaupun ada perbedaan mungkin terdapat pada ruang lingkup dan artifak-artifaknya.</p>
<p>Keduanya pun kerap menghadapai permasalahan yang sama yaitu fenomena yang sering disebut dengan “<strong>Yes, But Syndrome</strong>” (<em>That is what I meant, but not exactly what I meant</em>) dan “<strong>Undiscovered Ruins Syndrome</strong>” (<em>Now that I see it, I have another requirement to add</em>) [02]</p>
<p>Dari ilustrasi diatas, muncul keinginan untuk menerapkan pendekatan engineering untuk memecahkan masalah tersebut, yang akhirnya membawa arus deras kemunculan cabang ilmu <em>requirements engineering</em>.</p>
<p>Sistemisasi proses negosiasi pengembang dan <em>customer</em> dalam <em>requirements engineering</em> dibagi dalam 3 proses besar yaitu: <em>elicitation, specification, validation and verification</em>. Formula ini kemudian juga dikenal dengan nama <strong>The Three Dimensions of Requirements Engineering</strong> [01]. Proses <em>requirements engineering</em> ini dilakukan secara iterasi dengan mengakomodasi adanya<em> feedback</em> dari <em>customer</em>.</p>
<p>Baik pengembangan<em> software</em> ataupun <em>web application</em> menerapkan cabang ilmu ini, oleh karena itu dapat dikatakan <em>Software Requiremen</em>t dan<em> Web Application Requirement</em> menggunakan alur proses yang sama, namun artifak dan ruang lingkupnya berbeda. Yaitu perbedaan siginifikannya adalah penggunaan <em>browser</em> pada <em>web application.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harrywardana.net/2009/02/web-application-requirement-dan-software-requirement/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Santana akan tampil pada Java Jazz Festival 2010?</title>
		<link>http://harrywardana.net/2009/02/santana-akan-tampil-pada-java-jazz-festival-2010/</link>
		<comments>http://harrywardana.net/2009/02/santana-akan-tampil-pada-java-jazz-festival-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2009 03:20:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harrywardana</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Jazz]]></category>

		<category><![CDATA[Pilihan]]></category>

		<category><![CDATA[jamiroquai]]></category>

		<category><![CDATA[java jazz]]></category>

		<category><![CDATA[sade]]></category>

		<category><![CDATA[santana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harrywardana.net/?p=220</guid>
		<description><![CDATA[Java Jazz Festival kini merupakan event musik jazz terbesar di tanah air. Sejak awal Januari 2009, gaung festival yang ke-5 telah merebak dimana-mana. Bahkan event tahun ini belum terselenggara pun, sudah terdengar kisi-kisi untuk event tahun berikutnya. Dengar-dengar punya cerita, Om Peter Gontha bakal mendatangkan salah satu band Latin Rock paling berpengaruh di dunia yaitu  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.javajazzfestival.com">Java Jazz Festival</a> kini merupakan event musik jazz terbesar di tanah air. Sejak awal Januari 2009, gaung festival yang ke-5 telah merebak dimana-mana. Bahkan event tahun ini belum terselenggara pun, sudah terdengar kisi-kisi untuk event tahun berikutnya. Dengar-dengar punya cerita, Om Peter Gontha bakal mendatangkan salah satu band Latin Rock paling berpengaruh di dunia yaitu  <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Santana_(band)">Santana (band)</a> yang digawangi oleh gitaris <a href="http://www.santana.com">Carlos Santana</a> tentunya. Gila, kalau ini benar-benar terjadi, next year festival bakal benar-benar menakjubkan!</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-222" title="santana and java jazz??" src="http://harrywardana.net/wp-content/uploads/2009/02/santana1.jpg" alt="santana and java jazz??" width="300" height="415" /></p>
<p>Walaupun terkenal sebagai musisi Latin Rock, Carlos Santana sebelumnya pernah berkolaborasi dengan musisi-musisi jazz terkenal, salah satunya adalah Chick Corea. Carlos juga banyak mengeluarkan proyek fusion jazz sebagai karya-karyanya. Sebagai band, Santana telah masuk dalam <strong>Rock and Roll Hall of Fame</strong> dan telah memenangkan <strong>10 GRAMMY Awards.</strong></p>
<p>Selain nama besar Carlos Santana, Java Jazz Festival 2010 konon juga akan diramaikan dengan nama-nama seperti : <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Michael_Bubl%C3%A9">Michael Bubble</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sade_(band)">SADE</a>, dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Jamiroquai">Jamiroquai</a>. <strong>Be prepared!</strong></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 423px"><img src="http://www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2009/02/2009-02-07_012702.jpg" alt="gambar dipinjam dari Wartajazz.Com" width="413" height="219" /><p class="wp-caption-text">gambar dipinjam dari Wartajazz.Com</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harrywardana.net/2009/02/santana-akan-tampil-pada-java-jazz-festival-2010/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Wordpress dan Jazz?</title>
		<link>http://harrywardana.net/2009/01/wordpress-dan-jazz/</link>
		<comments>http://harrywardana.net/2009/01/wordpress-dan-jazz/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 12:34:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harrywardana</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[ICT]]></category>

		<category><![CDATA[Pilihan]]></category>

		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harrywardana.net/?p=214</guid>
		<description><![CDATA[Saya benar-benar tak menyangka. Ternyata dua hal yang saya gemari (blogging dan musik jazz) memiliki keterikatan. Hahaha.
Tahukah Anda bahwa pencetus Wordpress, Matt Mullenweg, memiliki ketertarikan pada musik jazz? Ya benar, dia juga gemar bermain saxophone bersama rekan-rekannya yang juga menyukai musik yang kaya improvisasi ini. Lalu apa istimewanya?? Sebagai bentuk apresiasi dan penghormatannya terhadap musik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya benar-benar tak menyangka. Ternyata dua hal yang saya gemari (blogging dan musik jazz) memiliki keterikatan. Hahaha.</p>
<p>Tahukah Anda bahwa pencetus Wordpress, Matt Mullenweg, memiliki ketertarikan pada musik jazz? Ya benar, dia juga gemar bermain saxophone bersama rekan-rekannya yang juga menyukai musik yang kaya improvisasi ini. Lalu apa istimewanya?? Sebagai bentuk apresiasi dan penghormatannya terhadap musik jazz, Matt menggunakan nama-nama icon jazz favoritnya pada setiap kode rilis Wordpress versi terbaru. Sungguh luar biasa.</p>
<p>Wordpress yang saat artikel ini diturunkan masuk dalam versi 2.7 memiliki kode “Coltrane”. Sejumlah musisi yang pernah dijadikan kode rilis Wordpress antara lain, Miles Davis, Art Blakey,  Charles Mingus, Billy Strayhorn,  Duke Ellington,  Ella Fitzgerald,  Stan Getz,  Dexter Gordon,  Michael Brecker,  McCoy Tyner dan yang terakhir John Coltrane.</p>
<p>Saya sendiri menggunakan engine Wordpress pada blog saya yang sedang Anda saksikan ini. Terima kasih telah berkunjung. <img src='http://harrywardana.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-216" title="wordpress-logo-shine1" src="http://harrywardana.net/wp-content/uploads/2009/01/wordpress-logo-shine1.jpg" alt="wordpress-logo-shine1" width="433" height="433" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harrywardana.net/2009/01/wordpress-dan-jazz/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
