Tidak perlu saya jelaskan panjang lebar, mereka lah aset-aset negara!

Lesmana, Budjana, Ramadhan, Suhendra, Mates
Tidak perlu saya jelaskan panjang lebar, mereka lah aset-aset negara!

Lesmana, Budjana, Ramadhan, Suhendra, Mates
Java Jazz Festival kini merupakan event musik jazz terbesar di tanah air. Sejak awal Januari 2009, gaung festival yang ke-5 telah merebak dimana-mana. Bahkan event tahun ini belum terselenggara pun, sudah terdengar kisi-kisi untuk event tahun berikutnya. Dengar-dengar punya cerita, Om Peter Gontha bakal mendatangkan salah satu band Latin Rock paling berpengaruh di dunia yaitu Santana (band) yang digawangi oleh gitaris Carlos Santana tentunya. Gila, kalau ini benar-benar terjadi, next year festival bakal benar-benar menakjubkan!

Walaupun terkenal sebagai musisi Latin Rock, Carlos Santana sebelumnya pernah berkolaborasi dengan musisi-musisi jazz terkenal, salah satunya adalah Chick Corea. Carlos juga banyak mengeluarkan proyek fusion jazz sebagai karya-karyanya. Sebagai band, Santana telah masuk dalam Rock and Roll Hall of Fame dan telah memenangkan 10 GRAMMY Awards.
Selain nama besar Carlos Santana, Java Jazz Festival 2010 konon juga akan diramaikan dengan nama-nama seperti : Michael Bubble, SADE, dan Jamiroquai. Be prepared!

gambar dipinjam dari Wartajazz.Com
Java Jazz Festival is coming!
Jakarta International Java Jazz Festival diselenggarakan oleh PT Java Festival Production. Event yang diselenggarakan sejak tahun 2005 ini akan kembali digelar di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta. Festival akan berlangsung mulai tanggal 6 hingga 8 Maret 2009.
Artis-artis yang akan tampil pun tidak kalah dengan tahun-tahun sebelumnya, antara lain : Matt bianco, Simon Phillips, Everette Harp, Michael Paulo, Steve Oliver, Ron King Big Band, Boney James, Jason Mraz, Chielli Minucci & Special EFX, The New York Voices, Swing Out Sister, Mike Stern, Brian McKnight, Chuck Loeb, Soil & “PIMP” sessions, David Garfield, Kamal Mussalam, TOKU, Peabo Bryson, Eliane Ellias, Dianne Reeves, Ivan Lins, Ledisi, Roy Ayers, Oleta Adams, Isao Suzuki, Bobby Lyle, Dave Weckl, dan Jeff Lorber.

The New York Voices menjadi salah satu daya tarik khusus untuk saya, karena di tahun sebelumnya saya tidak berkesempatan untuk menonton The Manhattan Transfers di event yang sama. Kombinasi vokal dari empat senior ini pasti menjadi suatu suguhan yang menarik pada ajang Java jazz festival tahun ini.
Bagaimana dengan Jason Mraz? Jason Mraz sudah pasti akan mengundang animo youngsters di Indonesia. Aksi Jason Mraz akan menjadi arena special show yang paling ramai.
Adapun harga tiket berdasarkan periode adalah sebagai berikut :
Special Promo Price - 18 Desember 2008 - 6 Januari 2009
Daily Pass IDR 225.000
3 Day Pass IDR 550.000
Early Bird Price - 7 Januari 2009 - 9 Februari 2009
Daily Pass IDR 250.000
3 Day Pass IDR 600.000
Normal Price - 10 Februari - 8 Maret 2009
Daily Pass IDR 350.000
3 Day Pass IDR 850.000
Untuk pemesanan tiket dapat mengunjungi sistus resmi Java Jazz atau di WartaJazz.com
Berikut ini adalah artikel yang saya tulis dalam rangka mempelajari musik Jazz dan World Music. Dikutip dari berbagai sumber, semoga bermanfaat bagi Anda semua.
Sir George Shearing adalah pianis kelahiran Inggris yang album-albumnya sukses terjual pada era 1950-an di bawah bendera MGM dan Capitol. Ia telah menulis sekitar 300 lagu dan albumnya menjadi langganan Billboard chart selama 4 dekade. Walaupun buta sejak lahir, ia telah belajar piano sejak usia 3 tahun. Pindah ke Amerika Serikat dan mulai bermain dalam genre hard bop. George sangat terkenal karena memiliki teknik yang unik, yang sering disebut “Shearing Voicing”, yaitu tangan kanan memainkan chord melody, sedangkan tangan kirinya memainkan melodi 1 atau 2 oktaf lebih rendah. Teknik ini sangat populer di kalangan “cocktail pianist” dan session player pada umumnya.
-tulisan ini dibuat bukan karena merasa lebih tahu, namun karena tidak tahu apa-apa, dan ingin menjadi lebih tahu-
Berikut ini adalah artikel yang saya tulis dalam rangka mempelajari musik Jazz dan World Music. Dikutip dari berbagai sumber, semoga bermanfaat bagi Anda semua.
William James Basie merupakan salah satu pianis yang memimpin big band terlaris hingga 50 tahun. Banyak musisi jazz besar yang pernah bermain bersama bandnya. Count Basie adalah jaminan mutu untuk mengiringi penyanyi terkenal pada masanya, seperti Frank Sinatra, Tony Bennett, dan Ella Fitzgerald. Ia juga telah menulis banyak hits pada masa keemasan big band. Setelah era big band berakhir, Count Basie mengubah format band menjadi orkestra pada 1952. Ia dianugerahi Grammy Lifetime Achievement Award pada tahun 2002.
-tulisan ini dibuat bukan karena merasa lebih tahu, namun karena tidak tahu apa-apa, dan ingin menjadi lebih tahu-
Berikut ini adalah artikel yang saya tulis dalam rangka mempelajari musik Jazz dan World Music. Dikutip dari berbagai sumber, semoga bermanfaat bagi Anda semua.
Armando Anthony Corea adalah ikon jazz modern selama hampir 4 dekade ini. Jazz lebih dikenal di seluruh dunia berkat usahanya mempopulerkan fusion dan latin jazz yang membuatnya memenangkan 14 Grammy Awards dari 45 nominasi.
Melalui karyanya, Chick Corea adalah pembawa arus perubahan dalam improvisasi maupun komposisi yang mengundang lebih banyak pendengar jazz. Spain adalah karyanya yang paling fenomenal yang menjadi nomor wajib di hampir setiap pertunjukan jazz.
Karakteristik permainan Chick adalah melodi dan harmoni yang modern, sehingga membentuk nuansa yang khas. Ritme lagu yang dihasilkan sangat kuat, efektif, dan enerjik. Kemampuan lainnya adalah permainan synthesizer dan electric piano yang dominan serta kepiawaian aransemen dalam sebuah band.
-tulisan ini dibuat bukan karena merasa lebih tahu, namun karena tidak tahu apa-apa, dan ingin menjadi lebih tahu-
Berikut ini adalah artikel yang saya tulis dalam rangka mempelajari musik Jazz dan World Music. Dikutip dari berbagai sumber, semoga bermanfaat bagi Anda semua.
Tidak diragukan lagi, Art Tatum adalah pianis jazz dengan teknik bermain terdahsyat sepanjang sejarah, beberapa musisi menjulukinya sebagai keajaiban dunia ke-8. Kecepatan dan keakuratannya membuat gentar siapapun yang mendengarnya.
Ia mempopulerkan swing tempo tinggi dan selalu mereharmoniskan lagu asli yang ia mainkan. Konsep permainannya tidak dapat diikuti musisi lain pada era 1930-an. Setelah 20 tahun kemudian, ide tersebut baru dieksplorasi oleh musisi jazz genre bebop. Menariknya, ia bermain solo tanpa iringan band pada sebagian besar rekamannya karena sulit mencari pemain lain yang dapat mengikuti temponya.
Apa kata mereka tentang Tatum?
“Oh, God! Tatum is in the house.” (Charles Mingus)
“I only play the piano, but tonight God is in the house.” (Fats Waller)
“I wish I could play like Tatum’s right hand!” (Charlie Parker)
“I’m an Art Tatum–ite. If you speak of pianists, the most complete pianist that we have known and possibly will know, from what I’ve heard to date, is Art Tatum.” (Oscar Peterson)
“First you speak of Art Tatum, then take a long deep breath, and you speak of the other pianists.” (Dizzy Gillespie)
“Maybe this will explain Art Tatum. If you put a piano in a room, just a bare piano. Then you get all the finest jazz pianists in the world and let them play in the presence of Art Tatum. Then let Art Tatum play … everyone there will sound like an amateur.” (Teddy Wilson)
Discography
-tulisan ini dibuat bukan karena merasa lebih tahu, namun karena tidak tahu apa-apa, dan ingin menjadi lebih tahu-
Berikut ini adalah artikel yang saya tulis dalam rangka mempelajari musik Jazz dan World Music. Dikutip dari berbagai sumber, semoga bermanfaat bagi Anda semua.
Earl Rudolph Powell adalah salah satu pianis yang sangat berpengaruh dalam musik jazz, terutama bebop. Ia mampu memainkan melodi yang sangat rapi dalam tempo swing yang sangat cepat. Tangan kirinya memainkan gaya stride yang sederhana, padahal sebenarnya ia mampu bermain solo dengan tangan kiri. Gaya seperti ini menjadi dasar bagi para pianis modern sesudahnya.
Kutipan artikel dari wikipedia :
Earl Rudolph “Bud” Powell (September 27, 1924 – July 31, 1966 in New York City) was an American Jazz pianist, usually considered one of the most influential in the history of the music. Along with Charlie Parker and Dizzy Gillespie he was instrumental in the development of bebop, and his virtuosity as a pianist led many to call him “The Charlie Parker of the piano”.
-tulisan ini dibuat bukan karena merasa lebih tahu, namun karena tidak tahu apa-apa, dan ingin menjadi lebih tahu-
Berikut ini adalah artikel yang saya tulis dalam rangka mempelajari musik Jazz dan World Music. Dikutip dari berbagai sumber, semoga bermanfaat bagi Anda semua.
Errol Garner mendapatkan banyak pujian karena gaya bermain dan melodinya yang unik. Walapun buta not balok, ia mampu menghasilkan beberapa hits pada masanya, termasuk Misty yang direkam lagi pada 1971 sebagai soundtrack film Play Misty For Me yang diperankan oleh Clint Eastwood. Ciri khas Errol Garner adalah seringkali ia memainkan intro berbeda dari tema lagu. Ketika kembali ke lagu yang seharusnya dimainkan, lagu tersebut menjadi sangat kuat dan berisi.
Pola ritme tangan kiri Errol menyerupai ritme yang sering dimainkan gitaris jazz seperti Freddie Green (yang menjadi inspiratornya). Errol dapat diterima dimana saja, mulai dari klub malam di New York hingga gedung konser, karena gaya permainannya yang cukup berkelas.
Discography
-tulisan ini dibuat bukan karena merasa lebih tahu, namun karena tidak tahu apa-apa, dan ingin menjadi lebih tahu-
Berikut ini adalah artikel yang saya tulis dalam rangka mempelajari musik Jazz dan World Music. Dikutip dari berbagai sumber, semoga bermanfaat bagi Anda semua.
Bahasa jazz berubah dengan sangat drastis dengan kemunculan bebop di awal hingga pertengahan era 1940-an. Segelintir musisi meliputi Dizzy Gillespie, Charlie Parker, Max Roach, Kenny Clarke, Bud Powell dan Thelonious Monk, mempelopori lahirnya bebop dengan usaha total untuk menciptakan sesuatu yang baru dan menantang. Menyadari bebop sebagai musik yang memerlukan skill instrumental yang tinggi dan pengetahuan yang canggih akan harmoni, musisi jazz cepat mendapatkan popularitas. Mereka menulis melodi yang zigzag dan memutar-mutar chord dengan kompleksitas yang meningkat. Soloists mengolah nada-nada scale yang dissonant dengan improvisasi mereka sendiri, memberikan sesuatu yang eksotis ke musik ini, bunyi yang tanpa batas. Suatu kepuasan dengan sinkopasi dihasilkan dalam aksen-aksen baru. Dan temponya bergerak semakin kencang dan kencang.
Bebop paling baik dimainkan dalam format small-group; quartets dan quintets terbukti ideal dengan alasan ekonomis dan artistik. Musik ini berkembang di lingkungan klab-klab jazz perkotaan, dimana penonton lebih memilih datang untuk mendengarkan permainan solo ketimbang untuk berdansa diiringi lagu favorit mereka. Secara singkat, musisi bebop menjadikan jazz suatu bentuk seni yang tidak hanya ditujukan untuk rasa, namun juga kecerdasan intelektual.
Bintang-bintang jazz bermunculan di era bebop, diantara mereka adalah trumpeters Clifford Brown, Freddie Hubbard dan Miles Davis, saxophonists Dexter Gordon, Art Pepper, Johnny Griffin, Pepper Adams, Sonny Stitt dan John Coltrane, dan trombonist J.J. Johnson.
Di era 1950-an dan 1960-an, bebop mengalami beberapa mutasi : hard-bop, West Coast, cool-jazz dan soul jazz diantaranya. Format small-group dari bebop, yaitu satu hingga tiga horns, piano, bass dan drums, tetap menjadi standard combo instrumentasi jazz sampai hari ini.
-tulisan ini dibuat bukan karena merasa lebih tahu, namun karena tidak tahu apa-apa, dan ingin menjadi lebih tahu-