Tari Piriang Manggaro. Apa itu?? Bagi yang bukan orang Minang pasti kebingungan apa maksudnya, yang orang Minang pun belum tentu tahu (termasuk saya, hehe). Yang jelas tari ini merupakan salah satu varian dari Tari Piring secara umum. Tari Piring sendiri sebenarnya memiliki banyak jenis dan versi. Mungkin yang menjadi pembeda utama adalah musiknya. Tari Piring yang dikatakan biasa mungkin adalah Tari Piring yang memiliki verse dengan melodi lagu Mudiak Arau. “Anak urang.. Sabuak andaleh yo mama oi. Singgah ka rumah.. Si Sutan Mudo.. Si Sutan Mudo..”. Kemudian lagu tersebut dipadu dengan melodi-melodi yang makin lama makin kencang. Nada-nada yang digunakan juga termasuk kategori nada “ceria”, jadi sangat nyaman untuk dinikmati oleh mata dan telinga. Yah kira-kira begitu lah yang saya tahu soal Tari Piring biasa. CMIIAW.

Bagaimana dengan Tari Piriang Manggaro? Tari Piriang Manggaro ini sangat berbeda dengan Tari Piring biasa. Saya agak kurang paham kalau dari sisi gerakan (karena saya bukan penari), yang jelas gerakan penari wanitanya tidak serumit Tari Piring biasa. Namun, sebaliknya gerakan penari prianya jauh lebih ekstrim dari yang biasa. Pertama kali berkenalan dengan tari ini yaitu waktu menonton acara Dies Natalis UKM ITB yang ke-32 di Sabuga. Acara yang bertajuk “Aso Palarai Ratok” tersebut menampilkan Tari Piriang Manggaro sebagai aksi pamungkasnya. Kesan pertama saya saat dendang mulai dimainkan adalah : Merinding. Ketukannya unik. Nadanya memang monoton, tapi suasana sakralnya benar-benar terasa. Tari tersebut benar-benar memberikan suasana yang berbeda dari Tari Piring biasa yang sudah sering saya saksikan secara langsung.
Sebenarnya banyak sekali jenis-jenis Tari Piring lainnya yang ingin saya lihat secara langsung. Kalau hanya lihat dari video-video saja sih kurang terasa feel-nya, hehehe.
By the way, dengar-dengar kabar, UKM ITB akan kembali menampilkan Tari Piriang Manggaro pada gelaran Dies Natalisnya yang ke-34. Acara tersebut konon akan diselenggarakan pada tanggal 25 April 2009 di Sasana Budaya Ganesha, Bandung. Wow, I’ll be there!
NB :
Bagi yang mau download musiknya Tari Piriang Manggaro(biar kerasa sakralnya), link downloadnya dapat dilihat di homepage UKM ITB. Biar gampang ini dia direct link-nya : download.
credits : Isfa, Uni Reisha, UKM ITB.
Tags: minang, tari minang, tari piriang manggaro, tari piring, tari piro



rasonyo da pernah danga lagu tu mah,,
tapi bilo yo????
beko lah da cari2 baliak
ternyata benar. sy yg orang minang tulan, baru tau tentang ini..
terimakasih share infonya..
alhamdulillah acra UKM-ITB di SABUGA lancar…
walau ada beberapa part yang mis waktu PIRO…
kebetulan yang main musik saya dkk….
Kalau saya lebih suka tari piring nan klasik itu, Har, piringnya pakai lilin, jari terlunjuknya dikasih kulit buah pinang nan keras sehingga bila diketuk-ketukkan ke piring terdengar dentingnya. Kapan ya ada sanggar atau unit kesenian yang membawakan tari piriang seperti itu? saya mau datang melihatnya.
piriang itu artinya piring ya? kalo manggaro itu artinya apa?
hehehe… bolehlah orang Jawa tahu tentang budaya Minang…
Eh, btw domain ku ganti nih, biar lebih ringkas… update ya…
(tapi jadi tak ter-index di google, hiks… need more time and effort, I guess)
@da andi : ndeh.. ndak tw lagu mudiak arau??? baa ko..
@imel : hehe, mari kita sm2 belajar demi ranah minang..
@hari : keren bro, i know you!
@pak rinaldi : waaaah, saya jg suka pak klo yg itu… tahun dpn ukm itb bawain tari itu donk.. hehe
@yugo : piriang itu piring go, klo manggaro gk tw tuh apaan..
em…sya pling snang ma yg nmany tri pring………