Featured Posts

Tari Piriang ManggaroTari Piriang Manggaro Tari Piriang Manggaro. Apa itu?? Bagi yang bukan orang Minang pasti kebingungan apa maksudnya, yang orang Minang pun belum tentu tahu (termasuk saya, hehe). Yang jelas tari ini merupakan salah satu varian...

Readmore

Dies Natalis 34 UKM ITB, Sabuga 25 April 2009Dies Natalis 34 UKM ITB, Sabuga 25 April 2009 Sabtu, 25 April 2009, Unit Kesenian Minangkabau Institut Teknologi Bandung menyelenggarakan malam pagelaran yang merupakan salah satu dari rangkaian acara Dies Natalis-nya yang ke-34. Acara malam itu benar-benar...

Readmore

  • Prev
  • Next

Dies Natalis 34 UKM ITB, Sabuga 25 April 2009

Posted on : 01-05-2009 | By : harrywardana | In : Budaya Minang, Pilihan

6

Sabtu, 25 April 2009, Unit Kesenian Minangkabau Institut Teknologi Bandung menyelenggarakan malam pagelaran yang merupakan salah satu dari rangkaian acara Dies Natalis-nya yang ke-34. Acara malam itu benar-benar meriah dan cukup memuaskan. Saya (bersama kawan-kawan yg lain) telah merencanakan untuk pergi nonton acara tsb dari jauh-jauh hari. Bayangkan saja, saya telah memiliki tiket pagelaran sejak hari Selasa, nomor tiketnya saja angka kecil, yaitu “0006″. Hehehe.

Saya bersama kawan-kawan yang berjumlah sekitar 25 orang, berangkat pukul setengah 6 sore (saking niatnya) karena takut terjebak macet kalau berangkat setelah Maghrib. Berhubung mobilnya kurang, sehari sebelumnya kami memilih untuk menyewa satu mobil lagi, biar semuanya kebagian naik mobil. Hahaha, niat.

Acara kali ini bertajuk “Basuluah Sumangaik Maukia Maso” dan untuk judul drama tahun ini adalah “Sasa Baganti Harok”. Acara dimulai sekitar pukul 19.30 dan berakhir pukul 23.15. Saya bersama kawan-kawan menonton dari awal hingga akhir pertunjukan. Alhamdulillah kami mendapatkan posisi yang lumayan strategis untuk menikmati pagelaran malam itu.

diesitb

Hmmm. Bagaimana memulai reviewnya ya? Mungkin saya bagi ke dalam beberapa bagian saja ya. (biar gampang nulisnya, =p)

Tari Galombang : konsepnya sangat menarik dan kreatif. Kostum keren. Musiknya unik tapi terlalu lembek.

Tari Pasambahan : Musiknya BIASA banget, mungkin karena masih awal-awal jadi suara bass agak kurang mendentum, tapi setelah lagu pasambahan baru sound mulai oke. Formasi “ganti-gantian” (baca:  sebagian diem, yg lain nari, trus gantian. Atau dua orang nari, yang lain diam semua) membuat tari terkesan “salah”.

Saran : kita tidak bisa memungkiri bahwa alat musik modern juga berpengaruh besar untuk kelangsungan acara, semoga untuk ke depannya penataan sound dari awal telah di setting maksimal sehingga bisa meminimalisir hilangnya “momen-momen”.

Tari Kipeh Marawa : sebelumnya saya baru pernah liat di video, alhamdulillah kemarin liat langsung dan hasilnya : RANCAK BANA. Keren deh. Nah, tari ini baru sangat cocok pakai formasi “ganti-gantian”.

Tari Tapuak Tingkah : tari favorit saya untuk malam itu. Kereeeeeeennnn banget. Two Four Thumbs Up! Apalagi uni yang paling kanan, bagus sekali gerakannya. Dendang pemusiknya juga sangat asik dan menarik. Untung ada tari ini, berhasil menutupi ketiadaan randai pada pagelaran kali ini.

Tari Indang : Salut buat pemusik! Aransemen yang sumpah tidak terpikirkan sama sekali oleh saya untuk memberi beberapa “klimaks” di bagian yang sebenarnya “biasa” saja. Hebat deh improvisasinya. Namun menurut saya temponya masih terlalu lambat, agak kasian penarinya, seperti memohon-mohon untuk lebih kencang lagi. Buat para penari (yang kali ini laki-laki sadonyo), gokil powernya! Walaupun ada sedikit masalah pada deta salah seorang penari, namun kemudian tertutupi oleh aksi lawak di akhir tari. Benar-benar ide yang birilian. Salut!

Tari Ulu Ambek Manyibak Galanggang : Cukup menarik, saya tidak menduga bahwa para pemuda-pemuda itu bakal menari, hehehe.

Tari Rantak : Kereeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeennnnnn!!!!!!!!! Hentakan kaki para penari membuat ketegasan tari ini makin kuat. Oke lah pokoknya.  Duk duk duk tak, duk duk duk tak, duk duk duk tak tak duk duk tak.

Tari Piriang Manggaro :Nan lah tarang yo nan lah tarang..” Ini dia nih dendang yang paling saya tunggu, musiknya ngeri banget. Penarinya oke banget, salut! Apalagi penari pria yang piringnya pecah gara-gara tabrakan sama crew, salut buat Anda! Benar-benar bisa menjaga konsentrasi gerakan, luar biasa. Walaupun dinodai dengan acara “tabrakan dengan crew” tsb (saya langsung menahan nafas ketika melihat musibah tersebut, sungguh mengesalkan), tapi Tari Piro tetap memberikan sensasi yang berbeda. Gerakan-gerakannya sungguh ekstrim dan bertenaga.

piropiro2

Drama : Lawak bagian pertama terlalu panjang. Actingnya luar biasa, benar-benar mendalami. (kayaknya dari tahun ke tahun aktornya jago-jago semua memang.. hehe.. ) Namun masih banyak dialog-dilaog yang membuat “dejavu”. Tapi tetap saja totalitas aktor-aktor UKM membuat saya terpesona. Baik itu adegan serius ataupun adegan lawak. Scene favorit : “bakaco lah da! BAKACO!”. Satu hal lagi : Tidak ada pesan moral Minangkabau dalam dialog drama. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Contoh dialog yang berkesan tahun lalu : “Ndak ado gadih Minang nan mode itu!”. Dialog ini sederhana, namun benar-benar menunjukkan level moralitas urang awak.

Musik Pengiring Drama : RANCAK BANA KO HA.. Dari perkenalan aktor sampai kato panutup benar-benar pas musik pengiringnya, keren!

Musik Kreasi : Maaf, saya tidak mendapatkan feel dari lagu ini. Saya rasa kurang tepat kalau hanya memasukkan satu lagu saja, apalagi lagunya Canon yang motonon itu. Mungkin sebaiknya UKM kembali mencoba memberikan musik kreasi seperti pada Dies ke-32 yaitu dengan menggabungkan beberapa lagu populer, termasuk lagu Minangkabau di dalamnya.

Akhirnya selesai juga review kali ini. Semoga tulisan ini dapat diambil sisi positifnya buat kita semua. Ko’ ado kato nan salah, rila jo maaf ambo dibari.. Sukses selalu buat UKM ITB! Semoga dies tahun depan lebih mantap lagi. Insya Allah saya datang lagi pastinya.. Hehehe..

Salut buat dunsanak disana. Overall, acara kemarin : RANCAK BANA.

- gambar dipinjam dari blog saudara IncekRajo dan account FB Isfa, regards!

Tari Piriang Manggaro

Posted on : 10-04-2009 | By : harrywardana | In : Budaya Minang

5

Tari Piriang Manggaro. Apa itu?? Bagi yang bukan orang Minang pasti kebingungan apa maksudnya, yang orang Minang pun belum tentu tahu (termasuk saya, hehe). Yang jelas tari ini merupakan salah satu varian dari Tari Piring secara umum. Tari Piring sendiri sebenarnya memiliki banyak jenis dan versi. Mungkin yang menjadi pembeda utama adalah musiknya. Tari Piring yang dikatakan biasa mungkin adalah Tari Piring yang memiliki verse dengan melodi lagu Mudiak Arau. “Anak urang.. Sabuak andaleh yo mama oi. Singgah ka rumah.. Si Sutan Mudo.. Si Sutan Mudo..”. Kemudian lagu tersebut dipadu dengan melodi-melodi yang makin lama makin kencang. Nada-nada yang digunakan juga termasuk kategori nada “ceria”, jadi sangat nyaman untuk dinikmati oleh mata dan telinga. Yah kira-kira begitu lah yang saya tahu soal Tari Piring biasa.  CMIIAW.

Bagaimana dengan Tari Piriang Manggaro? Tari Piriang Manggaro ini sangat berbeda dengan Tari Piring biasa. Saya agak kurang paham kalau dari sisi gerakan (karena saya bukan penari), yang jelas gerakan penari wanitanya tidak serumit Tari Piring biasa. Namun, sebaliknya gerakan penari prianya jauh lebih ekstrim dari yang biasa. Pertama kali berkenalan dengan tari ini yaitu waktu menonton acara Dies Natalis UKM ITB yang ke-32 di Sabuga. Acara yang bertajuk “Aso Palarai Ratok” tersebut menampilkan Tari Piriang Manggaro sebagai aksi pamungkasnya. Kesan pertama saya saat dendang mulai dimainkan adalah : Merinding. Ketukannya unik. Nadanya memang monoton, tapi suasana sakralnya benar-benar terasa. Tari tersebut benar-benar memberikan suasana yang berbeda dari Tari Piring biasa yang sudah sering saya saksikan secara langsung.
Sebenarnya banyak sekali jenis-jenis Tari Piring lainnya yang ingin saya lihat secara langsung. Kalau hanya lihat dari video-video saja sih kurang terasa feel-nya, hehehe.

By the way, dengar-dengar kabar, UKM ITB akan kembali menampilkan Tari Piriang Manggaro pada gelaran Dies Natalisnya yang ke-34. Acara tersebut konon akan diselenggarakan pada tanggal 25 April 2009 di Sasana Budaya Ganesha, Bandung. Wow, I’ll be there!

NB :

Bagi yang mau download musiknya Tari Piriang Manggaro(biar kerasa sakralnya), link downloadnya dapat dilihat di homepage UKM ITB. Biar gampang ini dia direct link-nya : download.

credits : Isfa, Uni Reisha, UKM ITB.

Apa itu SOAP?

Posted on : 01-03-2009 | By : harrywardana | In : ICT

1

SOAP adalah sebuah protokol berbasis XML yang mengizinkan aplikasi-aplikasi melakukan pertukaran informasi melalui HTTP. Secara sederhana, SOAP merupakan sebuah protokol untuk mengakses sebuah Web Service. Sebelum mempelajari SOAP, sebaiknya kita telah memiliki pemahaman dasar tentang XML dan XML namespaces.

Apa itu SOAP?

  • SOAP merupakan singkatan dari Simple Object Access Protocol.
  • SOAP adalah sebuah protokol komunikasi.
  • SOAP untuk berkomunikasi antar aplikasi.
  • SOAP adalah sebuah format untuk mengirimkan pesan.
  • SOAP berkomunikasi melalui internet.
  • SOAP bersifat platform independent.
  • SOAP bersifat language independent.
  • SOAP adalah berbasis XML.
  • SOAP bersifat sederhana dan extensible.
  • SOAP mengizinkan kita untuk melalui firewall.
  • SOAP direkomendasikan oleh W3C.

Mengapa SOAP?

Penting bagi perkembangan aplikasi untuk mengijinkan komunikasi internet antar program.

Aplikasi-aplikasi sekarang ini berkomunikasi menggunakan Remote Procedure Calls (RPC) antar objek seperti DCOM dan CORBA, tetapi HTTP tidak dirancang dengan tujuan tersebut. RPC merepresentasikan suatu masalah compatibility dan security. Firewall dan proxy servers akan memblokir traffic seperti ini.

Cara yang lebih baik untuk berkomunikasi antar aplikasi adalah melalui HTTP, karena HTTP didukung oleh seluruh Internet browsers dan servers. SOAP diciptakan untuk menerapkannya.

SOAP menyediakan sebuah cara untuk berkomunikasi antar aplikasi yang berjalan di sistem operasi yang berbeda, dengan teknologi yang berbeda, dan bahasa pemrograman yang berbeda juga.

Perbandingan Web Frameworks

Posted on : 26-02-2009 | By : harrywardana | In : ICT

0

Postingan kali ini diangkat dari tugas perkuliahan Web Engineering. Disini saya membandingkan framework-framework yang kerap digunakan dalam membangun suatu aplikasi web. Pemilihan framework tergantung oleh selera masing-masing, dosen saya  menganjurkan untuk mencoba semua framework tersebut. (Fyuh)

Scalability :

  • Wicket dan Seam : Cocok untuk intranet / extranet , user sedikit, UI yang lebih kompleks
  • Struts dan Spring 2 : Lebih cocok untuk untuk aplikasi yang lebih kompleks, lusinan halaman, yang perlu di-maintain secara rutin. High-trafic, internet facing, infinite scalability >> Request-based framework

Security :

  • Spring 2 dan Seam : Memiliki fitur-fitur keamanan khusus.
  • .NET framework : Code Access Security (CAS), and validation and verification
  • Wicket : Default dari code di framework ini adalah secure, semua logic di java dengan keamanan maksimum, dapat dengan mudah berintegrasi dengan security pada Java

Maintainability :

  • Spring : Membutuhkan konfigurasi yang sangat intensif – banyak  XML
  • Struts : Membutuhkan konfigurasi XML >> dapat menjadi sangat besar dan kompleks.
  • Wicket : Tidak butuh konfigurasi XML, Komponen yang ditulis di Wicket bersifat fully reusable, komponen-komponen yg reusable dapat didistribusikan dengan mudah menjadi JAR files, No special HTML and we can use WYSIWYG editor
  • Seam : Waktu setup yg lebih singkat

Reliability :

  • Struts : Dewasa (Mapan), popular but almost dead, MVC konsep yang matang
  • .NET framework : Konsisten. Kemudahan-kemudahan pada saat proses pembuatan aplikasi berimplikasi terhadap konsistensi pada aplikasi yang kita buat. Misalnya, dengan adanya Base Class Library, maka kita bisa menggunakan objek atau Class yang dibuat untuk aplikasi berbasis windows pada aplikasi berbasis web.
  • Wicket : Object oriented programming for the web
  • Seam : Terlindung dari potensial bugs dan masalah performansi terkait dengan transisi ke AJAX. Otomatis dapat men-generate CRUD (CRUD dan Validasi hanya dalam satu klik), the easiest way to get rich (banyak teknologi yang telah terintegrasi)

Learning Curve :

  • Spring : Sulit dipelajari, makin populer dan sedang berkembang pesat
  • Struts : Dokumentasi paling lengkap di internet, pengguna banyak, referensi banyak, sulit dipelajari dibanding framework yang lain
  • .NET framework : Mendukung lebih dari 20 bahasa pemrograman : VB.NET, C#, J#, C++, Pascal, Phyton (IronPhyton), PHP (PhLager), referensi banyak
  • Wicket : Dokumentasi tidak sebaik Struts dan Java Server Faces, namun memiliki forum yang aktif
  • Seam : Sangat Mudah, dapat menambahkan AJAX ke dalam aplikasi tanpa kewajiban untuk mempelajari JavaScript

Total cost of Ownership :

  • Struts, Spring, Wicket, .NET, Seam : Free

MVC :

  • Spring : Inversion of Control yang secara sederhana dijelaskan sebagai pengatur lalu lintas data antara Model dan View
  • Struts : Cukup merepotkan melakukan akses database dengan menggunakan generic JDBC biasa
  • Wicket : Murni terpisah antara logic dan presentation

Fenomena Perancangan Software

Posted on : 18-02-2009 | By : harrywardana | In : ICT

2

Gambar tersebut (lihat di bawah) mendeskripsikan fenomena-fenomena yang kerap terjadi dalam dunia perancangan suatu perangkat lunak. Fenomena ini juga dapat terjadi dalam dunia Web Engineering.

Lima kotak pertama (bagian atas) menggambarkan bagaimana perbedaan pandangan antara customer, project leader, analyst, programmer, dan bussiness consultant. Hal ini kerap terjadi karena tidak terlaksananya komunikasi yang baik di antara setiap aktor tersebut.

software_engineering

Kesalahan requirement yang diberikan oleh customer tidak dapat diterjemahkan dengan baik oleh project leader, dan bussiness consultant menerjemahkannya terlalu berlebihan dari sisi bisnis. Analyst pun merancang efektifitas dan efisiensi dari pola pikir project leader yang dari awal sudah keliru, sehingga menghasilkan rancangan yang makin keliru. Programmer sudah pasti kebingungan.

Akhirnya, kenyataan di lapangan dapat kita lihat di lima kotak berikutnya (bagian bawah). Sejak awal proyek tidak terdokumentasi dengan baik, terutama pada bagian Reguirements. Kegagalan seorang project leader dalam menentukan requirement yang dapat disepakati umum, menimbulkan kebingungan dalam membuat dokumen-dokumen berikutnya, sehingga proyek nihil dokumentasi. Programmer juga kebingungan karena requirement rentan berubah-ubah, tahap konstruksi pun menjadi terbengkalai. Padahal customer telah dikenakan biaya yang besar untuk pengerjaan proyek ini. Biaya yang besar disebabkan oleh ketidakseragaman pandangan pada gambar bagian atas. Bussiness consultant terlalu melihat produk dari sisi bisnis dan project leader tidak mampu meluruskannya, sehingga customer terkena biaya yang sangat besar. Dalam kasus seperti ini, dukungan-dukungan dari faktor lain juga sangat minim.

Sesungguhnya produk yang dibutuhkan customer adalah sangat sederhana : fungsionalitas terpenuhi. Namun karena dari awal dokumentasi dan komunikasi tidak terlaksana dengan baik, proyek pun berjalan dengan berantakan dan kerap terhenti di tengah jalan.

Oleh karena itu, dalam pengembangan suatu software ataupun web application, penentuan requirements spesification adalah suatu pekerjaan yang sangat penting. Fakta membuktikan bahwa kebanyakan kegagalan pengembangan software ataupun web application disebabkan karena adaya ketidakkonsistenan, ketidaklengkapan, maupun ketidakbenaran dari requirements specification.

Hal tersebut diharapkan bisa diatasi dengan adanya interaksi terus menerus dan berulang (iterasi) antara pengembang dan customer. Proses interaksi tersebut kemudian dimodelkan menjadi beberapa teknik dan metodologi diantaranya adalah interviewing, brainstorming, prototyping, use case, dsb.

Web Application Requirement dan Software Requirement

Posted on : 18-02-2009 | By : harrywardana | In : ICT

2

Pada dasarnya sama, Software Requirement dan Web Application Requirement sama pentingnya untuk setiap kasusnya masing-masing. Keduanya memiliki alur yang relatif sama, kalaupun ada perbedaan mungkin terdapat pada ruang lingkup dan artifak-artifaknya.

Keduanya pun kerap menghadapai permasalahan yang sama yaitu fenomena yang sering disebut dengan “Yes, But Syndrome” (That is what I meant, but not exactly what I meant) dan “Undiscovered Ruins Syndrome” (Now that I see it, I have another requirement to add) [02]

Dari ilustrasi diatas, muncul keinginan untuk menerapkan pendekatan engineering untuk memecahkan masalah tersebut, yang akhirnya membawa arus deras kemunculan cabang ilmu requirements engineering.

Sistemisasi proses negosiasi pengembang dan customer dalam requirements engineering dibagi dalam 3 proses besar yaitu: elicitation, specification, validation and verification. Formula ini kemudian juga dikenal dengan nama The Three Dimensions of Requirements Engineering [01]. Proses requirements engineering ini dilakukan secara iterasi dengan mengakomodasi adanya feedback dari customer.

Baik pengembangan software ataupun web application menerapkan cabang ilmu ini, oleh karena itu dapat dikatakan Software Requirement dan Web Application Requirement menggunakan alur proses yang sama, namun artifak dan ruang lingkupnya berbeda. Yaitu perbedaan siginifikannya adalah penggunaan browser pada web application.

Santana akan tampil pada Java Jazz Festival 2010?

Posted on : 18-02-2009 | By : harrywardana | In : Jazz, Pilihan

9

Java Jazz Festival kini merupakan event musik jazz terbesar di tanah air. Sejak awal Januari 2009, gaung festival yang ke-5 telah merebak dimana-mana. Bahkan event tahun ini belum terselenggara pun, sudah terdengar kisi-kisi untuk event tahun berikutnya. Dengar-dengar punya cerita, Om Peter Gontha bakal mendatangkan salah satu band Latin Rock paling berpengaruh di dunia yaitu  Santana (band) yang digawangi oleh gitaris Carlos Santana tentunya. Gila, kalau ini benar-benar terjadi, next year festival bakal benar-benar menakjubkan!

santana and java jazz??

Walaupun terkenal sebagai musisi Latin Rock, Carlos Santana sebelumnya pernah berkolaborasi dengan musisi-musisi jazz terkenal, salah satunya adalah Chick Corea. Carlos juga banyak mengeluarkan proyek fusion jazz sebagai karya-karyanya. Sebagai band, Santana telah masuk dalam Rock and Roll Hall of Fame dan telah memenangkan 10 GRAMMY Awards.

Selain nama besar Carlos Santana, Java Jazz Festival 2010 konon juga akan diramaikan dengan nama-nama seperti : Michael Bubble, SADE, dan Jamiroquai. Be prepared!

gambar dipinjam dari Wartajazz.Com

gambar dipinjam dari Wartajazz.Com

Wordpress dan Jazz?

Posted on : 29-01-2009 | By : harrywardana | In : ICT, Pilihan

0

Saya benar-benar tak menyangka. Ternyata dua hal yang saya gemari (blogging dan musik jazz) memiliki keterikatan. Hahaha.

Tahukah Anda bahwa pencetus Wordpress, Matt Mullenweg, memiliki ketertarikan pada musik jazz? Ya benar, dia juga gemar bermain saxophone bersama rekan-rekannya yang juga menyukai musik yang kaya improvisasi ini. Lalu apa istimewanya?? Sebagai bentuk apresiasi dan penghormatannya terhadap musik jazz, Matt menggunakan nama-nama icon jazz favoritnya pada setiap kode rilis Wordpress versi terbaru. Sungguh luar biasa.

Wordpress yang saat artikel ini diturunkan masuk dalam versi 2.7 memiliki kode “Coltrane”. Sejumlah musisi yang pernah dijadikan kode rilis Wordpress antara lain, Miles Davis, Art Blakey,  Charles Mingus, Billy Strayhorn,  Duke Ellington,  Ella Fitzgerald,  Stan Getz,  Dexter Gordon,  Michael Brecker,  McCoy Tyner dan yang terakhir John Coltrane.

Saya sendiri menggunakan engine Wordpress pada blog saya yang sedang Anda saksikan ini. Terima kasih telah berkunjung. :)

wordpress-logo-shine1

Puisi Buya HAMKA untuk M. Natsir

Posted on : 22-01-2009 | By : harrywardana | In : Pengetahuan Umum

0

Karya-karya Buya HAMKA terutama di bidang sastra memang telah melambungkan nama bangsa dan mengharumkan nusantara hingga ke mancanegara. Simaklah petikan puisi yang ditulisnya secara khusus untuk M. Natsir. Puisi ini ditulis Buya HAMKA pada tanggal 13 November 1957 setelah mendengar uraian pidato Natsir di depan Sidang Konstituante.

Kepada Saudaraku M. Natsir
Meskipun bersilang keris di leher
Berkilat pedang di hadapan matamu
Namun yang benar kau sebut juga benar
Cita Muhammad biarlah lahir
Bongkar apinya sampai bertemu
Hidangkan di atas persada nusa
Jibril berdiri sebelah kananmu
Mikail berdiri sebelah kiri
Lindungan Ilahi memberimu tenaga
Suka dan duka kita hadapi
Suaramu wahai Natsir, suara kaum - mu
Kemana lagi, Natsir kemana kita lagi
Ini berjuta kawan sepaham
Hidup dan mati bersama -sama
Untuk menuntut Ridha Ilahi
Dan aku pun masukkan
Dalam daftarmu …….!

Jalan Istiqomah yang dilalui dalam setiap jejak pergerakan dan perjuangan Buya HAMKA untuk memajukan kaumnya merupakan rintisan yang seharusnya bisa diteruskan dari generasi ke genarasi. Benarkah ?!?!

hamka1

(sumber artikel)

Opera Malin Kundang 17 Januari 2009

Posted on : 16-01-2009 | By : harrywardana | In : Budaya Minang

1

Penyanyi legendaris Indonesia, Titiek Puspa bersama Elly Kasim akan berkolaborasi dalam sebuah pementasan opera “Malin Kundang” sebagai sebuah kepedulian untuk melestarikan seni tradisi dan budaya Indonesia dari Sabang hingga Merauke. “Judul acara ini sebenarnya adalah ‘Save Our Culture‘ di mana di dalamnya terdapat opera Malin Kundang. Acara ini digelar untuk mengingatkan kita semua terutama generasi muda bahwa Indonesia memiliki kekayaan yang sangat besar dalam bidang seni budaya dan tidak kalah dari budaya luar negeri,” kata Titiek Puspa dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat sore.

Titiek mengungkapkan dalam pertunjukan opera yang berlangsung di Jakarta International Expo (Jitex) pada 17 Januari tersebut, ada gerak tari, lagu, dan akting dengan melibatkan lebih dari 200 orang. Para pengisi acara di antaranya artis dan penyanyi lintas generasi seperti Afgan, Gita Gutawa, Tantowi Yahya, Dorce Gamalama, Derry Drajat, dengan pengarah musik Elfa Secoria, dan pengarah pertunjukan Ari Tulang. “Saya merasa prihatin akan semakin menurunnya kadar kebanggaan generasi muda pada bangsanya sendiri, dan saya merasa bersalah kalau tidak melakukan sesuatu untuk bangsa ini,” katanya.

Untuk itu, ujar Titiek, bersama Sanggar Sangrina Bunda yang dipimpin Elly Kasim, mereka kemudian menggagas pergelaran kolosal sebuah operet yang berkisah tentang Malin Kundang. “Pertunjukan ‘Save Our Culture‘ ini saya harapkan dapat menjadi pintu yang akan membuka mata dunia dan membuat Indonesia bersinar di dunia internasional,” katanya.
Titiek Puspa adalah salah satu anggota Sanggar Tari Sangrina Bunda. Ia bergabung dengan kelompok ini pada tahun 2000 dan mengaku sangat terdorong untuk memajukan seni budaya Indonesia.

Sangrina Bunda didirikan pada 1978. Penyelenggaraan opera bersama Titiek Puspa dan Elly Kasim merupakan bagian dari perayaan usia 30 tahun sanggar tersebut. Elly Kasim sebagai pengelola sanggar mengungkapkan Sangrina Bunda telah 30 tahun berkeliling ke berbagai negara di Eropa, membawa misi kebudayaan, baik tari maupun opera dari sastra lisan Indonesia.

“Kami mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat internasional. Kali ini kami menggelarnya bagi masyarakat Indonesia untuk mengingatkan kembali bahwa kita punya seni budaya yang beragam dan patut untuk terus dijaga kelestariannya,” katanya.

Titiek menambahkan dalam acara ini akan hadir para duta besar negara sahabat, pengusaha, anak-anak dan remaja usia sekolah, dan berbagai kalangan yang peduli pada budaya Indonesia. Ia berharap dengan suksesnya acara ini pada 17 Januari mendatang, maka acara serupa bisa digelar untuk masyarakat umum.

Sumber Berita : Republika Online